Rabu, 14 Februari 2018

Ribut dikelas

Happy reading...😍😍

Seorang guru kadang tidak memberi simpati kepada murid yang selalu membuat ribut dalam kelas,karena guru selalu menganggap bahwa itu adalah tindakan  salah atau pelanggaran serta tidak menghormati guru didalam kelas.Setiap guru yang pertama kali ketika masuk didalam kelas dan tidak bisa menguasai kelas tentu akan membawa duka pada guru tersebut dalam proses PBM selanjutnya.
Akan tetapi ketika seorang guru dapat mengendalikan keadaan kelas,maka secara keseluruhan guru akan bisa mempersentasikan pembelajaran dengan baik
Secara spesifik kalau suasana didalam kelas ribut seperti pasar malam siapakah yang salah ?
Ribut dalam kelas sebenarnya seperti apa situasinya,terkadang hal ini memberikan pengertian yang selalu berbeda antara satu dengan yang lain,mis :
1.ketika mengajar sehabis kuliah,ada satu sekolah yang dikelola yayasan swasta, ketika guru mengajar maka siswa didalam tidak boleh berisik ,maka suasana di sekolah itu sunyi senyap,dan apabila ada kelas yang ribut atau ketawa bersama dengan siswa maka guru tersebut akan dipanggil tidak bisa mengelola kelas,bahkan terancam PHK ,sungguh tragis.
2.ribut dalam kelas ketika dilakukan perdebatan antar siswa,maka hal ini tidak disebut kelas yang ribut,tetapi sedang terjadi proses belajar mengajar yang bisa dikendalikan oleh guru.
Dua contoh diatas menggambarkan suasana kelas yang berbeda,kalau begitu ribut itu seperti apa ?
1.Pasar dalam kelas
Suasana dalam kelas akan berubah seperti pasar,dengan masing – masing punya peranan untuk saling mengeluarkan suara tanpa ada pengendalian diri,guru menjelaskan,siswa besenda gurau dibelakang.
2.Bermain basket
Kelas yang gaduh didalam kelas,,ketika tidak dapat dikelola dengan baik akan seperti permainan basket,akan terjadi lemparan kertas,lemparan alat tulis,dan lemparan stipo,dengan alasan meminjam punya teman.
3.Bermain Sinetron
Perhatian guru yang tidak terarah keseluruh ruangan kelas akan mengakibatkan terjadinya sinetron dengan cara adanya siswa  lain jenis mau saling duduk cerita dipojok kelas atau mereka buat kelompok sendiri.
Proses belajar yang demikian siapakah yang salah ?,guru atau siswakah !..
A.Pertimbangan Guru
Ketika suasana kelas dalam keadaan ribut,maka guru bisa memberikan kontribusi terhadap situasi itu karena :
a.guru tidak mempunyai persiapan yang matang dalam PBM
b.guru tidak membuat apa tujuan yang jelas dalam belajar
c.guru tidak membuat aturan ketika dia masuk dalam kelas
d.guru memberikan kebebasan pada siswa,tanpa pemberian tegoran
e.guru selalu bicara menjelaskan pelajaran,padahal murid masih gaduh dalam kelas.
B.Pertimbangan Siswa
a.Adanya siswa yang memang tidak suka dengan guru atau pelajaran tertentu maka dia selalu membuat gaduh dalam kelas.
b.Sebagian siswa kerjanya hanya menyontek pekerjaan temannya.
c.Sebagian siswa selalu meminjam barang temannya
Perhatian dan empati guru terhadap semua siswa adalah hal yang diharapkan oleh anak didik , agar suasana didalam kelas bisa lebih kondusif ,tanpa menyalahkan antara satu dengan yang lain
Rasa malu sebagai seorang guru ketika tidak bisa mengendalikan kelas,bisa menjadi bahan ejekan siswa,dan siswa sebagai anak dan remaja perlu dukungan kita untuk mengendalikan dirinya,dan kita seharusnya bisa menghasilkan dan menciptakan suasana bersahabat antara murid dengan guru.
See you...😘😘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI SIALKU

Happy reading...😍😍 Ketika aku bangun tidur pada hari senin, aku sangat terkejut karena melihat jam telah menunjukkan pukul 6.30. aku ...