Kamis, 15 Maret 2018

HARI SIALKU

Happy reading...😍😍

Ketika aku bangun tidur pada hari senin, aku sangat terkejut karena melihat jam telah menunjukkan pukul 6.30. aku langsung bangun dan lekas mandi. Setalah mandi, aku sarapan pagi, lalu berangkat ke sekolah naik angkutan umum. Saat turun dari angkot, aku membuka tas untuk mengambil uang. Seketika itu aku teringat kalau hari ini adalah hari senin. Waktunya upacara bendera dilaksanakan. Ternyata aku lupa memasukkan topi di dalam tas. Akhirnya dengan percaya diri, aku berjalan menuju sekolah.
          Setibanya di sekolah, ternyata murid-murid sudah berkumpul dilapangan. Upacara hampir saja dimulai. Akupun tergesa-gesa berlari menuju lapangan upacara dan berbaris paling belakang. Ketika upacara dimulai, kepala sekolah langsung memberi pengarahan tantang tata tertib sekolah. Tiba-tiba datanglah seorang guru untuk memeriksa kerapian murid-muridnya. Dan sialnya, aku tidak memakai topi. Aku dan teman-temanku yang melanggar tata tertib harus berbaris terpisah dengan murid-murid yang tidak melanggar tata tertib.
          Setelah upacara selesai, anak-anak yang melanggar tata tertib tidak boleh meninggalkan lapangan. Karena akan diberi hukuman. Kami disuruh membersihkan lapangan upacara. Salah satu guruku mengawasi kami. Setengah jam berlalu, tiba-tiba guruku memanggil kami untuk berbaris lagi. Ternyata hukuman membersihkan lapangan telah selesai. Kami merasa lega. Aku mengira hukuman ini telah berakhir. Namun guru kami menambahkan hukuman lagi pada kami. Kami disuruh membuat tulisan “ saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi” sampai 100x. Dan harus selesai pada jam istirahat pertama. Betapa terkejutnya aku setelah mendengar kata-kata itu. Dalam hati berkata bahwa hanya gara-gara sebuah topi sekolah, saya dihukum seperti ini.
          Untungnya, jam pelajaran pertama kosong karena gurunya tidak masuk. Aku memanfaatkanya untuk menulis tugas hukuman yang diberikan guru. Tugasku selasai tepat di jam istirahat. Aku mengumpulkannya bersama teman-teman. Aku merasa lega sekali. Dari pengalaman itu, aku selalu membawa topi ku kedalam tas.
                                  *Selesai*

See you...😘😘

Kecerobohan Menjadi Sial

Happy readimg....😍😍

Pagi itu aku terburu-buru berangkat sekolah, lantaran sudah kesiangan. Dengan cepat aku menaiki sepeda berangkat ke sekolah, jarak rumah dan sekolahku tidak terlalu jauh jadinya aku memilih menaiki sepeda ketimbang membawa motor yang menambah polusi, pikirku. Walaupun aku belum sarapan yang terpenting bagiku saat ini adalah sampai di sekolah sebelum gerbang di tutup.
            Untung saja aku tidak terlambat. “Coba saja kemarin aku tidak bergadang pasti tidak akan terburu-buru seperti ini”, kataku dalam hati.
Bel sekolah pun berbunyi, pertanda pelajaran dimulai. Semua siswa kelas VI.A yang tadinya ribut kini menjadi diam karena Bu Dewi masuk kelas untuk mengajar.
            “Ayu, lihat tugas IPA mu dong!” Nina teman dudukku meminta melihat tugas yang diberikan Bu Dewi minggu lalu.
“Tunggu, aku ambil dulu.” aku pun mencari-cari kedalam tasku. Setelah beberapa lama mencari tugas itu tak kunjung aku temukan.
“Mana tugasmu?” Nina tak sabar karena lama menunggu.
“Lo kok nggak ada ya?” aku pun bingung.
“Kamu sudah buat kan?” tanya Nina yang ikut bingung.
“Iya, aku sudah buat kemarin, aduh gimana ni?” jawabku dengan perasaan panik.
 “Anak-anak keluarkan tugas yang Ibu beri minggu lalu.” kata Bu Dewi. Aku pun semakin panik,
“Coba cari-cari lagi siapa tau nyelip di bukumu, atau mungkin ada di mapmu.” Nina berusaha menenangkanku. Aku kembali mencari ternyata tidak ada juga.
            Aku berusaha mengingat dimana aku meletakkan tugasku. “Kemarin aku membuat tugas itu, lalu aku menaruhnya di….” aku masih belum ingat.
Semua siswa mengumpulkan tugas itu diatas meja guru. Aku terus berusaha mengingatnya.
Tiba-tiba aku teringat sinetron kemarin “Oiya, tugasnya ku letakkan diatas kasur, gara-gara sudah mulai sinetronnya jadi aku cepat-cepat menonton dan lupa menaruh di tas.”
“Yaampun Ayu, setelah kamu menonton sinetron itu kamu tidak ingat menaruh tugas di tas?”
“Aku sama sekali tidak ingat, soalnya aku udah capek banget terus tidur, dan bangun-bangun udah siang makanya aku buru-buru.”
“Kamu itu ceroboh banget.” Nina menjadi kesal.
“Gimana dong sekarang?” jawabku yang semakin panik.
“Ya terpaksa kamu harus bilang ke Bu Dewi.” sahut Nina yang tak bisa memberi jalan keluar lain.
“Hmm oke.” jawabku yang harus bertanggung jawab. Dengan perasaan takut ku menuju bangku guru.
 Aku pun berkata jujur kepada Bu Dewi tapi Bu Dewi tidak mau mendengar alasanku. Bu Dewi terkenal sebagai guru yang galak dan banyak ditakuti siswa.
“Sebagai hukuman untukmu Ayu, buat tugas hal 12-14 dikumpul sebentar pas jam istirahat.”
“iya bu.” jawab aku pasrah.
Pulang sekolah, aku beristirahat di kamarku yang merupakan ruangan favorit di rumah ini. Aku memilih beristirahat sebelum mengikuti les. Rencananya Nina yang akan menjemputku. Jam menunjuk angka 14.35, aku menunggu Nina sambil menonton acara TV kesayanganku. Tepat jam 14.40 Nina menjemputku.
Dengan rambut yang berantakan Nina nyengir ke arahku. “Jam berapa ni? Kita terlambat?” tanya Nina.
“Oh tidak, masih ada waktu 20 menit lagi sebelum les dimulai.” jawabku
“Syukurlah.” sahut Nina.
“Kamu kenapa berantakan gitu kelihatannya?” tanyaku sambil naik ke atas motor.
“Tidak kok, ku kira tadi kita terlambat, jadi aku ngebut deh.” jawab Nina lalu menghidupkan motornya.
Les pun dimulai jam 15.00  dan berakhir pukul 16.30. Karena kehausan aku dan Nina memutuskan untuk membeli minum di warung Cermat sambil nongkrong dan mengobrol. Tiba-tiba hand phoneku berbunyi, ternyata telpon dari Mama.
Mama minta dibelikan es gula yang kebetulan aku sedang ada di warung Cermat. Setelah membeli pesanan Mama aku kembali duduk dan mengobrol. Tak terasa mataharipun mulai terbenam, nampaknya warung Cermat akan tutup juga, walaupun masih banyak anak muda yang nongkrong disana. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang.
Sesampainya aku di rumah aku merasakan melupakan sesuatu.
“Mana es pesanan Mama?” tanya Mama kepadaku.
“Yatuhan ketinggalan, uangku juga ketinggalan disana.” aku baru sadar
“Ayu Ayu, padahal Mama sudah menunggu dari tadi, sudahlah biarkan saja.”
 Aku sangat menyesal dengan perbuatan cerobohku. Walaupun Mama tidak memarahiku, tetapi aku masih tidak ikhlas dengan uang yang ada di kantong kresek es itu yang tertinggal di meja warung Cermat padahal uang itu untuk membeli jam baru.
“Ini yang terakhir kalinya.” gumamku.

See you....😘😘

Pahlawan Bangsa

Happy reading....😍😍

Pada suatu hari yang cerah, Echa yang sedang nonton TV sambil makan cemilan yang dibeli Mama dari Singapura. Ia menonton kartun kesukaannya. Walaupun sudah umur 15 tahun, ia masih suka nonton kartun. Ia menonton kartun Spongebob. Saat acara tersebut iklan dan iklan tersebut berlangsung sangat-sangat lama, ia mengganti acara tersebut.
Ia melihat di RCTI ada acara gossip seputar selebriti. “Huh!” Echa mengendus kesal. Ia memang tidak menyukai gossip. Tetapi, saat di Trans7, ia melihat berita seputar pahlawan-pahlawan bangsa yang telah dilupakan dan ditinggalkan.
“Sekarang, banyak pahlawan-pahlawan bangsa ditinggalkan. Padahal, mereka telah berjuang keras memerdekakan Indonesia, agar menjadi Negara yang merdeka. Tapi apa? Sekarang mereka ditinggalkan, dilupakan dan tak diperhatikan opleh Negara ini.” Ujar penyiar acara tersebut.

"Wah, kasihan ya! Banyak pahlawan yang dilupakan. Aku mau melakukan sesuatu untuk mereka. Kasian deh!” ujar Echa sambil tetap mengunyah cemilannya yang enak itu.
“Ada apa nih?” Tanya Mama yang datang-datang.
“Ini nih, Ma. Banyak pahlawan yang ditinggalkan. Kasihan mereka.”
“Dari dulu saja mereka dibegitukan. Tapi kamunya saja yang nggak mau melihat betapa sedihnya mereka. Selalu saja nonton kartun! Kamu mau membantu mereka?” Tanya Mama sambil tersenyumn bijaksana.
“Ia.”
Akhirnya, keesokan harinya mereka pergi ke tempat tinggal salah satu pahlawan bangsa yang hidupnya dilupakan. Mereka pun meniolong pahlawean itu. Pahlawan itu berterima kasih.
“Tidak, kami yang berterima kasih, Pak!” ujar Echa dan Mama bersamaan.
Teman-teman semua yang baca cerita/kisah ini, masih banyak pahlawan di luar sana yang hidup menderita. Kasihan mereka.

See you...😘😘

Menyontek membawa Malapetaka

Happy reading...😍😍

Bel pun berbunyi. Uts untuk jam ke 3 di mulai. guru guru yang berpakaian coklat muda melangkah begitu cepatnya di kerjar waktu Serambi membawa map bersandar di tangan dan menempel di dada. Temanku pun menunjukan raut muka tak sedap. Muka begitu lemas. Memancarkan kekecewaan di benaknya. Tak kala melihat sesesok pria separuh baya Berbadan besar, Kepala botak memasuki ruang 5. Dialah pak wow,guru kimia yang mendapat julukan the killer oleh teman temanku. Betapa tidak, dia berdarah dingin. Tak pernah senyum sekalipun. Semua temanku benci semua,termasuk aku. Temanku juga menganggapnya beruang madu atau seperti bernad yang ada di film kartun. Ha hi hi hi.

Kini beruang madu mengawasi ruang 5,dimana kita berada. Temanku yang biasanya saling celoteh dan bercanda,kini membisu. Tanpa sepeser kata keluar dari mulutnya. Begitu pula dengan teman temanku yang tak mikir,otaknya kosong,dan pemalas, Penyontek namanya. Aku pun juga. Keliatan membisu dan gelisah. Tak tau harus ngapain. Mata memandang soal dengan penuh konsentrasi. Namun pikiran melayang layang di angkasa. Keringat dingin protes dan membrontak ingin keluar dari pori pori kulitku. Tangan begitu gemetar. "baru dapat 20 udah kaya gini. Ngeblank otakku. Ayo otak kanan. Berfikirlah. Kamu pasti bisa."pikirku dalam hati
***

Tak perlu ambil pusing. Tak perlu repot repot mikir. Kinilah saatnya yang di tunggu tunggu. Ya,menyontek. Ketika beruang madu lengah. Leherku memutar ke kanan. Mataku menatap ke temanku serambi melirik beruang madu yang lengah. Dengan penuh kewaspadaan. Mulutku membuka dan bergetar. Tak kala sepeser ucapan keluar dari mulutku. "hust,hust, rio. Coba aku jawabanmu" dengan lirihnya aku menyuruh rio supaya memperlihatkan jawabannya ke aku. Serambi memakai kode tangan.

Tanpa basa basi,rio memperlihatkan jawabannya. Aku pum tak diam saja. Pensil 2B menari nari di atas LJK. Mengitamkan lingkaran kecil. Tiba tiba terdengar sepintas suara keluar dari mulut beruang madu. "mas, yang di pojok, kalo 2x lagi menyontek. Jawabanmu akan saya sobek sobek dan tak coret. Ini peringatan pertama. Paham". Aku hanya mengangguk. Lantas semua anak yang berada di ruang 5 matanya tertuju padaku. Aku hanya memalingkan muka. Berpura pura membaca soal. "bodohnya diriku ini,kenapa yah aku tadi menyontek?,kenapa sampai ketegur segala. Lah udah. Lupakanlah"pikirku dalam hati.
***

beberapa menit kemudian. Saat beruang madu lengah. Aku kembali menyontek. Beruang madu pun menatapku. Namun aku alihkan pandanganku berpura pura menatap jendela kelas. "dasar beruang madu! "

beberapa anak sudah selesai dan keluar kelas. Kini tinggal aku dan beberapa anak lainnya. "oh tuhan,sabarkanlah diriku,kuatkanlah diriku". Akupun kembali menatap rio.berharap di beri jawaban. " rio rio, coba aku liat jawabanmu" lirihku. "ini"jawabnya sambil menyodorkan LJK. Aku tak diam saja. Tanganku kembali bekerja mengisi lingkaran yang belum terisi goresan pensil 2B.
"sudah?" tanyanya sambil berkemas kemas.
"ya,sudah. Makasih ya". Dia hanya mengangguk.

Kulihat rio sudah mengumpulkan soalnya.kini tinggal aku. Kemudian kupingku mendengar sepintas kata keluar dari beruang madu. "jawabanmu tek coret. Ulangan kok menyontek" gerutu beruang madu. Rio hanya mengelus kening.mungkin dia kecewa. Maafkanlah aku rio,ini semua gara garaku,pikirku.

Saatku mengumpulkan soal. Aku mendapatkan reaksi yang sama dengan rio. "pak, kalo di coret seharusnya dari tadi. Ngga kaya gini,udah selesai baru di coret. Buang buangin waktu aja"gerutuku kesal. Kemudian aku berjalan keluar kelas. Pas di ambang pintu tanganku menghantam pintu kayu. "bangsat"kesalku. Beruang madu hanya terdiam saja.
***

sungguh, ini pengalaman pertama kali dalam hidupku yang takkan terlupakan. Betapa tidak, sejak sd dan smp,baru sekarang smk menyontek dan ketahuan. Apalagi jawabannya di coret. Mau di taruh kemana mukaku ini? Pasti wali kelasku marah besar. Pasti aku di pandang murid terburuk oleh guru"ku,yang sebelumnya aku murid pintar,kalem,dan baik . Karena sebelumnya aku belum pernah menyontek sama sekali. Namun sekarang udah menyontek,ketahuan,dan jawabannya di coret lagi,habis aku. Mungkin karena aku kebawa teman yang sering menyontek jadi kaya gini deh. Kenapa itu terjadi. Andai saja kalo aku bisa mengundurkan waktu,akan ku reset kejadianku.

Biarkanlah semua hal buruk yang sudah terjadi menjadi sejarah. Aku tau itu sebuah kesalahan yang harus menjadi pelajaran di hari depan yang lebih baik agar kesalahan itu takkan di ulangi lagi. Hidup yang sebenarnya adalah belajar dari kesalahan dan pengalaman buruk yang sudah terjadi. Jangan sampai jejak kesalahan itu di injak lagi. Tak ada gunanya untuk menyesali hal yang sudah terjadi. Yang ada hanyalah mendatangkan penyesalan kembali.

Mungkin aku salah satu calon koruptor dari beberapa juta calon koruptor lainnya yang berada di indonesia. Aku anggap ini sebuah kesalahan nenek moyang kita yang mengajarkan kita untuk menyontek. Menyontek Sudah menjadi budaya. Mau jadi apa negeri ini?

See you...😘😘

Pelangi yang Indah

Happy reading....😍😍

Nada adalah sebutanku. Aku dipanggil Nada karena nama panjangku Nadilla Aisha Diviany Annita. Aku suka pada pelangi. Setiap hari aku habiskan waktu untuk menggambar pelangi kecuali saat hari minggu. Suatu hari aku sedang melihat langit, awannya sangat gelap, tiba-tiba hujanpun turun. Aku sedang menunggu kue yang kubuat belum matang.
Tiba-tiba ibu menghampiriku dan mengatakan bahawa “Pelangi akan datang hari ini”. Aku melihat langit menjadi terang kembali. Sambil memakan kueku yang telah matang, datanglah temanku Sida.”Nada! Ada pelangi yang indah!” Ucap Sida. “Pelangi? Aku ingin melihatnya!” Teriak Nada. “Boleh! kamu bisa melihat di balkon rumahmu!” Jawab Sida.
Nada langsung secepatnya ke balkon Rumahnya untuk melihat pelangi yang indah itu.
Tidak lama, Ibu menghampiri dan berbicara. “Nada, Pelangi hanya muncul jika matahari mengenai tetesan air hujan.” Ucap Ibunya. “Ohh, Nada baru tahu. Nada tau ada berapa warna pelangi!” Jawab Nada.
“Sebutkan.” Jawab Ibunya. “Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru muda, Biru Tua, dan Ungu! Kalau disingkat menjadi Mari Jual Kacang Hijau Bersama Bunda Ulfa!” Jawab Nada. “Kamu Hebat Nada! Bagaimana pelangi bisa muncul? Ceritakan.” Tanya Ibu. “Pelangi adalah Air yang terkena sinar matahari lalu memancarkan warna warni. Jika menurut temanku Mey mey, Pelangi adalah sebuah naga yang mencari air saat turun hujan, menurutku yang kedua adalah Pelangi datang saat hujan besar beserta matahari yang bersinar setelah berhenti dan di ujung pelangi ada sebuah gentong berisi emas dan perhiasan!” Jawab Nada dengan Panjang Lebar. “Ibu bangga padamu, besok kamu ceritakan pada teman temanmu oke!” Ucap Ibu. “Baik ibu! Nada akan memberi tau itu! Untuk membagi ilmu bersama!” Jawab Nada. “Ingat itu adalah buatan yang maha Esa oke! Ingat itu” Ibu menasihati. “Baik Bu!” Jawab Nada Singkat. “Lain kali aku akan menceritakan tentang kisah Kancil versi ku sendiri bu!” Kejut Nada. “Ibu setuju, Ibu dukung kamu ya nak!” Jawab Ibu. “Pelangi yang indah itu adalah sumber kesenanganku bu! dan Ibu adalah orang yang Nada Cintai!” Ucap Nada. “Baiklah. Belajar yang benar ya nak, jangan nakal nakal!” Ingat Ibu.

See you....😘😘

Rabu, 14 Maret 2018

Sicantik dan Siburuk Rupa

Happy reading....😍😍

Hiduplah seorang saudagar kain yang mempunyai tiga orang putri yang sangat cantik-cantik pada zaman itu.
Dan dari ketiga putri saudagar kain itu ada seorang putri bungsu yang sangat terkenal dengan kebaikan budi pekerti dan kemurahan hatinya. Dialah Bella gadis yang cantik dan berhati sangat mulia. (Bella berati cantik dalam bahasa Perancis.)

Sang saudagar setiap sebulan sekali pasti pergi ke kota untuk menjual barang dagangan kainnya. Seperti biasanya sebelum pergi berdagang ke kota beliau selalu bertanya kepada ketiga anak gadisnya tersebut. "Oleh-oleh apa yang kalian minta? Nanti akan aku belikan?" Bertanya sang ayah kepada ketiga putri-putrinya itu.

Kedua kakak-kakak itupun meminta sang ayah untuk membelikan baju yang indah-indah model terbaru di masa itu. Namun tidak disangka-sangka si putri bungsu itu hanya meminta dibelikan setangkai mawar untuk ditanam di halaman rumahnya.

Maka berangkatlah sang saudagar kain itu ke kota untuk berjualan. Tetapi apa yang terjadi? Tidak seperti biasanya kain dagangannya tidak laku satu lembarpun. Berarti tidak sesenpun uang didapatkan hari itu walaupun sudah seharian beliau berdagang. 
Karena itu, apa yang menjadi pesanan ketiga putrinya tidak dapat dia belikan, apalagi untuk membeli dua pasang baju yang indah-indah untuk membeli setangkai mawarpun tidak ada uang. "Oh betapa kecewanya nanti ketiga putrinya itu." Mengerutu ucapaan keluar dari mulutnya ketika beliau pulang dari kota.

Betapa capainya si saudagar kain tersebut ketika hendak pulang, namun apa yang disebut cobaan hidup masih menerpanya.
Mungkin karena beliau tidak fokus ketika berjalan dihutan, akhirnya sang saudagar pedagang kain tersebut tersesat didalam hutan. Tidak tahu arah timur, arah barat, berjalan tak tentu arah.

Terus menerus mencari jalan keluar dari hutan itu tetapi tidak menemukannya, tiba-tiba dia melihat ada sebuah rumah besar mirip seperti sebuah kastil yang berada di tengah hutan belantara seperti ini.

Tanpa permisi lagi sang pedagang kain itu memasuki pintu kastil dan terus masuk kedalam ruangan kastil itu. Satu demi satu ruangan tersebut dia masuki dan sampailah dia di suatu ruangan. Ruangan yang lengkap dengan meja makannya serta makanannya yang tersaji, karena memang lapar tanpa pikir panjang dilahapnya makanan itu sampai kenyang.

Setelah rasa lapar terpuaskan, dia pun berjalan lagi mengelilingi kastil yang luas tersebut, maka sampailah di halaman belakang kastil, yang ditumbuhi berbagi macam bunga mawar. "Wah kebetulan anakku yang bungsu si Bella minta dibelikan setangkai bunga mawar," lalu dia pun mengambil setangkai mawar yang berbunga indah sekali.  

Dan akhirnya sang saudagar pedagang kain tersebut berniat untuk mencari kembali jalan pulang keluar kerumahnya. Namun secara mendadak muncullah seorang manusia yang buruk sekali rupanya berdiri menghalangi jalan keluar.

Kemudian orang tersebut membentaknya dengan sangat galak sekali, "Ternyata selama ini yang selalu mencuri mawar-mawarku adalah kamu! Hai orang tua!" Bentakan yang garang sekali keluar dari mulut orang itu.

Saudagar pedagang kain tentu saja ketakutan dengan amat sangat, "Bukan-bukan aku, baru kali ini aku mengambil mawar ini."

"Jangan banyak bicara! Kamu akan aku penjarakan selamanya di bawah kastilku ini," dengan bengis orang buruk rupa menghardik.

Sekali lagi saudagar pedagang kain itu menjelaskan, mengapa dia sampai disitu dan mengapa dia terpaksa mencuri mawar itu untuk anak bungsu yang memesan dibawakan dari kota.

Lama sekali si buruk rupa itu berpikir mencerna apa yang tadi di jelaskan sang saudagar pedagang kain tersebut. Akhirnya si buruk rupa memberikan syarat kepada saudagar itu. "Aku setuju melepas kamu, tetapi putrimu harus kamu bawa kemari dan menjadi pelayanku," dengan bentakkan yang begitu nyaring siburuk rupa berkata.

Rasanya tidak ada jalan keluar lain selain setuju dengan syarat tersebut, "Aku pasti akan mengatarkan putri bungsuku  kemari tunggu saja aku tidak akan berbohong kapadamu tuan." 

Sampailah sang saudagar itu dirumah disambut ketiga putrinya dengan gembira karena ayah meraka telah pulang kembali dari kota.

Kemudian orang tua itu bercerita tentang pengalaman yang menimpanya dalam perjalanan dagangnya kali ini. Juga pesyaratan yang harus dipenuhi dengan seseorang yang telah menangkapnya dalam sebuah taman karena mengambil setangkai mawar.

Tetapi diluar dugaan sang ayah, putri bungsunya ini bersedia menolong ayahnya dengan iklas untuk menjadi pelayan seorang yang berwajah buruk rupa tersebut. Akhirnya, sang pedagang itu kembali dengan membawa anak bungsu ke kastil sang buruk rupa.

Tidak disangka dan tidak diduga betapa cantiknya anak sang saudagar kain ini, pikir si buruk rupa ketika bertemu untuk pertama kalinya dengan Bella.

Tetapi Sang putri bungsu yang baik ini diperlakukan dengan sopan dan baik sekali, bukannya dijadikan pelayan oleh sang buruk rupa. Bella selalu dibelikan makanan yang enak-enak dan selalu dibelikan baju yang sangat indah-indah. Bak seorang putri raja saja dengan baju yang dipakai sang putri bungsu yang memang sudah cantik ini.

Karena kebaikan dan perhatian yang diberikan sang buruk rupa begitu tulus kepada sang putri bungsu Bella, akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta. Dan yang menjadi hobi mereka adalah sama-sama merawat bunga mawar, bunga kesukaan mereka berdua. Mereka berdua banyak menghabiskan waktunya ditaman bunga mawar sambil memupuk cinta mereka yang mulai tumbuh bersemi.

Tidak terasa waktu berjalan terus, sudah berbulan-bulan Bella jauh dari keluarganya. Sang putri bungsu pun merasa kangen dan ingin bertemu mereka semua disana, maka Bella memohon izin untuk bertemu dengan keluarganya di rumah. 

Sang buruk rupa memberikan izin itu dengan syarat, "Kamu boleh bertemu keluaragamu hanya dalam waktu satu minggu." Sebab kalau sang Bella tidak kembali lagi dalam satu minggu sang buruk rupa akan mati karena rindu.

Sang putri bungsupun menyanggupi syarat yang berikan sang buruk rupa bahwa dia akan kembali lagi satu minggu ke depan.

Sampai dirumah yang selama ini membesarkannya, Bella terlihat lebih menarik lagi dari yang dulu ketika masih ada dirumah.

Dia bercerita panjang lebar tentang kebaikan yang diterimanya selama tinggal ditempat itu, semua kebutuhan hidupnya selalu diperhatikan sang buruk rupa. Ketika mendengar cerita adiknya itu kedua kakaknya ini menjadi iri. Dibuatlah rencana agar sang adik tidak kembali lagi ke kastil pada waktu yang telah dijanjikan adiknya itu.

Tepat tujuh hari sang Bella telah berada dirumah bersama keluarganya tercinta. Bella telah bersiap-siap akan berangkat lagi pulang ke kastil sang buruk rupa. Tetapi kedua kakaknya memeluk sang adiknya agar sehari lagi tinggal berama mereka dengan alasan mereka masih sangat rindu dengan pertemuan ini. Yang pada akhirnya sang putri bungsupun setuju dengan usul kakak-kakak tersebut tanpa ada rasa curiga degan niat jahat kedua kakaknya itu.

Barulah besok paginya sang putri bungsu berangkat kembali kerumah sang buruk rupa. Sesampainya dirumah sang buruk rupa Bella mencari tuannya di dalam rumah tidak ada, mungkin di taman pikirnya. Betapa kagetnya melihat tuannya tergeletak diatas rumput taman mawar dengan kondisi yang sangat lemas sekali. "Aku sangat kecewa dengan janjimu yang tidak tepat," dengan suara yang sangat lemas sang buruk rupa berujar.

"Maafkan hamba, bukan bermaksud tidak menepati janji syarat yang tuan ajukan, tetapi kedua kakak-kakak hamba meminta waktu satu hari lagi, mereka sangat rindu kepada hamba." 

"Hamba sangat mencintaimu dengan segenap jiwa raga hamba tuan," tuan harus kuat hamba akan memanggil tabib atau orang pintar untuk mengobati tuan.

Sambil meneteskan air matanya Bella memeluk tuannya yang sangat dia sayangi itu, dan air mata itu menetes di pipi sang  buruk rupa yang berada dalam pelukan eratnya.

Satu tetesan air mata cinta sang putri bungsu telah merubah sang buruk rupa menjadi sang pengeran yang tampan, yang selama ini terkena kutukan sang peri yang sangat jahat sekali.

Kutukan telah sirna hilang tak berbekas dan sang pengeran tampan itupun meminang langsung sang putri bungsu untuk dijadikan istrinya.

Akhir cerita dongeng ini sang putri bungsu yang baik hati Bella menjadi istri seorang Pangeran tampan serta hidup bahagia.

See you.....😘😘

Minggu, 11 Maret 2018

Kisah Boneka

Happy reading...😍😍

Ini  tentang aku,kisah hidupku. Namaku momo, aku adalah sebuah boneka panda,bulu ku putih,dan badanku agak sedikit besar. Kini aku tinggal bersama sebuah keluarga di suatu pulau ,yang bernama pulau Bali. Keluarga ini memiliki seorang anak perempuan bernama nina,nina menganggapku seperti teman baik nya,sejak ia kecil dulu,sejak ia balita aku telah bersama nya,menemaninya tidur,menemaninya bermain,hingga kini,dia telah beranjak dewasa,aku selalu bersamanya,nina meletakkan ku di kamarnya bersama boneka-boneka lainnya, tapi walaupun ada banyak boneka yg nina miliki dikamarnya,aku merasa sebagai boneka paling istimewa,bagaimana tidak, setiap akan tidur,nina selalu memelukku, setiap masuk kamar dan melihatku terduduk di tempat tidur dia akan memeluk,mencium hidungku atau mengajakku mengobrol dan bermain walaupun aku tentu saja tak kan pernah bisa membalas kata-katanya,karena aku hanya sebuah boneka yg tidak bernyawa,tidak bersuara atau pun bergerak.nina memberiku nama momo,entah apa artinya,mungkin baginya nama ini terkesan menarik. Mungkin ia sangat menyayangiku,menganggapku istimewa dibandingkan dengan boneka lain yg ia miliki,sejak ia kecil,ia menganggapku ada,menganggapku memiliki perasaan seperti manusia,sepertinya,nina juga memperlakukanku seperti layaknya temannya dalam dunia nyata,dalam kehidupan manusia,pernah sekali waktu jika hari raya tlah tiba,nina akan ikut memboyongku,masuk ke dalam tasny,untuk dibawa nya pulang kampong,mungkin ia tidak  mau lama-lama berpisah denganku.
Entah ,aku tidak tau sampai kapan situasi ini akan bertahan,situasi dimana seorang manusia yg beranjak dewasa akan terus menjadikan sebuah boneka seperti ku sebagai temannya,apakah sampai ia menikah ? tua,lalu mati ? jika saja nina tau bagaimana perasaanku yang selalu bersamanya selama ini hingga ia beranjak dewasa, aku menyayangi nina,aku menyukainya. Tapi aku takut,takut dikemudian hari,disaat nina harus kembali menghadapi kehidupan nyatanya,seperti menikah mungkin, tentu ia akan bersama suaminya,memiliki anak,atau,mungkin saja nina akan mewariskanku kepada anaknya,tentu saja jika anak nina menyukai ku ,atau jika anak nina tak menyukaiku karena bentuk fisik ku ini,mungkin aku akan dibuang ke tempat sampah ,atau aku akan diberikan kepada orang lain yang membutuhkanku,tapi aku tak mengharapkan itu terjadi,aku ingin selalu bersama nina,aku menyayangi nina,aku menyukai nina, aku… sahabat baik nina . Ah, bayanganku itu terlalu jauh,entahlah aku tidak tau bgaimana masa depan kehidupanku didunia manusia ini,tapi untuk saat ini aku hanya ingin menjadi teman baik selamanya dari seorang manusia yg sangat mengerti aku,yang menyayangiku,yang mau menerimaku,aku tidak memerlukan apapun di dunia manusia ini, aku hanya membutuhkan kehangatan sebuah keluarga dari rumah ini,dan kasih sayang dari nina yg terus menjaga dan melindungiku.

See you...😘😘

HARI SIALKU

Happy reading...😍😍 Ketika aku bangun tidur pada hari senin, aku sangat terkejut karena melihat jam telah menunjukkan pukul 6.30. aku ...